Covid-19 Bikin Emiten Konstruksi Merana, Kuat Berapa Lama?
Wabah virus corona (Covid-19)
membuat banyak emiten mengalami kesulitan, salah satunya perusahaan dari sektor
konstruksi. Ketahanan perusahaan menghadapi situasi seperti saat ini mulai
terbatas, bahkan emiten-emiten di sektor ini sudah mulai membuat skenario
terburuk dalam menghadapi dampak dari Covid-19.
Budi Harto, Direktur
Utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyampaikan perusahaan hanya mampu
membiayai para pekerja konstruksi hingga 3 bulan ke depan. Jika situasi
terus memburuk, ADHI berupaya tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja
(PHK) terhadap pekerja dan karyawan.
"Situasi ya kira-kira seperti ini. Kalau krisis berjalan 3 bulan, masih
mampu membiayai sampai level pekerja," kata Budi.
Budi lebih lanjut menyampaikan, jika krisis akibat dampak Covid-19 terus berlangsung selama 6 bulan lebih, kemungkinan ADHI tidak mengerjakan proyek dan sebagian besar pekerja tidak akan mendapatkan pekerjaan. "Tapi [status] karyawan masih tetap, tidak ada PHK," tambah Budi.
Nah, jika situasi krisis terus berlangsung hingga 9 bulan, jumlah karyawan yang tidak bekerja akan semakin banyak. Sekali lagi Budi menegaskan, berupaya untuk tidak melakukan PHK.
"Kalau berjalan 9 bulan akan lebih besar pekerja yang tidak ada pekerjaan. Tapi PHK karyawan akan tetap dihindari karena pengembangan karyawan perlu biaya dan waktu," tambah Budi.
Budi menjelaskan pekerja yang dimaksud adalah tenaga kerja diproyek mulai dari level tukang, hingga operator ke bawah. Sementara karyawan, adalah organ perusahaan mulai dari supervisor, staf kantor dan manajemen.
- SELAMAT HARI RAYA KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945
- Tips Memilih Pagar Rumah Yang Bagus Untuk Hunian Di Kompleks Perumahan
- Menghilangkan Noda Bekas Air Hujan Di Plafon Menggunakan Bahan Rumahan? Mudah Banget, Loh!
- 6 Rekomendasi Bahan Plafon Tahan Air untuk Rumah Teman88
- Inspirasi Hiasan Kamar Mandi Sederhana Agar Lebih Nyaman dan Estetik

